ICONIC 2014

English version will be updated soon.

Pembicara dalam ICONIC 2014

Pembicara dalam ICONIC 2014 berfoto bersama

Berlin (miti.or.id) — PPI Jerman berkolaborasi dengan PPI Franken pada tanggal 8-9 November 2014 telah menyelenggarakan ICONIC 2014 bertajuk “Global Competitiveness and Developing Nations: A Strategic Approach Towards Holistic Development” di Technische Hochschule Nürnberg Georg-Simon-Ohm, Jerman. Acara ini terselenggara berkat kerjasama dengan Siemens, DAAD, Indonesia-Nürnberg e.V., Indonesian Scholars Journal, KBRI untuk Republik Federal Jerman, Nürnberg Wirtschaftsreferats dan Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional. Konferensi ini digelar tepat pukul 9.00 CET dan diawali dengan sambutan Dharmaji Suradika selaku ketua Organizing Comittee dan Hartono Sugih sebagai Ketua PPI Jerman. Pembukaan juga ditandai dengan sambutan Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Federal Jerman H.E. Dr.-Ing. Fauzi Bowo.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penjelasan singkat dari Dr. Ingo Friedrich ─mantan wakil presiden parlemen Uni Eropa─ mengenai relevansi antara ASEAN dengan lembaga yang pernah dipimpinnya. Ia berpendapat bahwa salah satu alasan pertumbuhan ekonomi di Eropa adalah diruntuhkannya tembok batas ekonomi. Hal ini, menurutnya, dapat dijadikan pijakan bagi ASEAN dalam menentukan fondasi kerjasama ekonominya. Kegiatan dengan peserta lebih dari 100 orang ini semakin hidup dengan hadirnya empat pembicara prominent yang memberikan keynote speech, yakni, Dr. Gerhard Merkel, Dipl.-Ing. Josef Winter, Dr. Ilham Habibie dan Dr. Warsito Taruno. Masing-masing mereka membawakan tema yang saling mengisi dan berkaitan. Merkel melalui pengalamannya mengelola investasi dan menjadi konsultan untuk Indonesia mengelaborasi hal-hal strategis berkaitan dengan aspek SWOT (Strength, Weakness, Opportunity dan Threats) dalam konteks Indonesia. Josef Winter selaku CEO Siemens Indonesia dalam kesempatan ini mengejewantahkan sejarah dan budaya kerja Siemens, serta kaitannya dengan perkembangan teknologi di Indonesia. Dr. Ilham Habibie, dalam kuliahnya mengupas secara mendalam tentang teknologi dan inovasi sebagai basis untuk meningkatkan daya saing suatu negara dalam peta global. Dr. Warsito Taruno yang merupakan Ketua Umum  Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI) sekaligus juga CEO CTECH Labs Edwar Technology memperkenalkan penemuannya -ECCT (Electro Capacitive Cancer Treatment)- yang merupakan alat medis yang memanfaatkan gelombang elektromagnetis untuk membunuh sel kanker. Uji klinis membuktikan bahwa 70% dari 10.000 pasien sembuh total tanpa efek samping.

Dr. Warsito menyampaikan penemuannya dalam ICONIC 2014   Dr. Warsito menyampaikan penemuannya dalam ICONIC 2014

Setelah paparan dari para pembicara kunci, konferensi ini diteruskan dengan presentasi karya ilmiah oleh peserta ─terdiri dari pelajar dan akademisi Indonesia yang tersebar di seluruh dunia. Paper yang dipresentasikan merupakan 50 terbaik dari 300 abstrak yang diterima oleh tim akademis ICONIC 2014. Para peserta, kemudian diarahkan menuju kelas-kelas yang telah dikelompokkan sesuai dengan temanya masing-masing. Tetap berlandaskan semangat holistic development, konferensi ini membagi pembahasan dalam 4 kategori, yakni, Science and Technology, Social Welfare, Economics, Infrastructure Development, Human Resource, dan General Essay. Topik-topik tersebut, telah disesuaikan dengan kebutuhan emerging countries, khususnya Indonesia dalam menghadapi era dimana batas-batas antar negara semakin memudar.

ICONIC 2014 ditutup dengan acara Awards Night yang terselenggara dengan bantuan Siemens. Setelah diskusi intensif selama sehari penuh, panitia menyelenggarakan kegiatan untuk mengakrabkan para peserta dengan pembicara kunci dan panitia. Kegiatan ini diisi dengan makan malam yang disusul dengan persembahan tarian tradisional  Indonesia. Suguhan ini membuat tanah air, yang meskipun jaraknya ribuan kilometer, terasa dekat di hati. Agenda ditutup dengan pengumuman karya tulis ilmiah terbaik ICONIC 2014 di masing-masing kategori. Mereka adalah:

Best Paper for Economic and Business: Syarifuddin Anzari Santoso & Dita Rizki Febri Indah Santoso – “Sustaining Indonesia’s Economic Development using Modified Triple-Helix & Tripartite Model Mix”

Best Paper for Social and Welfare: Dian Sari Utami – “Am I Happy with My Life? Perceived Well-Being of Hearing Impaired Children in Indonesia”

Best Paper for Human Resource Development: Nurma Diani Sekarsih – “The Influence of Leader – Member Exchange and Followership on Employees’ Innovative Work Behaviour”

Best Paper for Science and Technology: Peter Kolbert Hutapea – “The Overflow Model Experiment Using The Waterway for Examining The Countermeasure Effect Against The Tsunami-Induced Tide Embankment Sourcing”

Best Paper for Industrial Development: Muhammad Alfi Arinanda, Cholidah Akbar Fitriani & Ardian Candraputra – “Development Study of Industrial Road Map for Copper Industries in Indonesia: Maximizing the Potential of Indonesia to Become World Primary Copper Producer”

Best Essay: Dirgantara Reksa – “Translating Indonesian Literature: Promoting Culture, Spreading Ideas, Fostering Change”

Langkah kecil yang dilakukan PPI Jerman dan PPI Franken bersama masyarakat Indonesia di Jerman ini diharapkan dapat menjadi awal dari sumbangsih besar bagi perkembangan dan pembangunan Indonesia. Berpijak pada semangat itu, PPI Jerman akan merangkum karya-karya tersebut menjadi sebuah rekomendasi, untuk turut berpartisipasi aktif dalam membantu Bangsa Indonesia mengukuhkan dirinya di peta dunia.  (AA/HS)

PPI Jerman berfoto bersama dengan para pembicara

 

sumber berita: http://miti.or.id/ketua-umum-miti-perkenalkan-penemuannya-dalam-iconic-2...

sumber foto : Facebook Iconic PPI Jerman